Kebijakan Privasi
Berlaku sejak 29 September 2026 · Versi 1.0
AturGue adalah platform perencanaan keuangan pribadi. Kami tahu data yang kamu masukin di
sini — gaji, utang, tabungan, tujuan finansial — itu data yang sensitif. Halaman ini jelasin
data apa yang kami kumpulin, buat apa, disimpen di mana, dan hak kamu atas data itu, sesuai
Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
1. Siapa yang bertanggung jawab atas data kamu
Pengendali Data: AturGue.
Kontak buat pertanyaan/permintaan terkait data pribadi:
[email protected]
AturGue dikelola dan dioperasikan secara mandiri (belum berbadan hukum PT) — kontak di atas
langsung ke penanggung jawab platform.
2. Data apa yang kami kumpulin
| Kategori | Contoh data | Sumbernya |
| Identitas akun | Nama, email, ID akun Google | Google OAuth (kamu login pakai akun Google) |
| Data finansial | Pendapatan, pengeluaran, utang & cicilan, dana darurat, investasi, tujuan tabungan | Kamu input sendiri di dashboard |
| Telegram (opsional) | Chat ID Telegram | Kamu hubungin sendiri lewat fitur link Telegram, buat reminder & catat pengeluaran lewat chat |
| Bukti pembayaran (opsional) | Screenshot bukti transfer | Kamu upload sendiri pas ngajuin upgrade Pro |
| Bukti persetujuan | Waktu & alamat IP saat kamu setuju kebijakan ini pertama kali | Dicatat otomatis sekali, sebagai bukti persetujuan — bukan buat tracking |
Kami gak pakai Google Analytics, Facebook Pixel, atau tracker pihak ketiga
manapun buat ngikutin aktivitas kamu di platform ini.
3. Buat apa data kamu dipakai
- Nunjukin dashboard keuangan kamu sendiri — DBR, proyeksi bebas utang, dana darurat, dll.
- Ngirim reminder lewat Telegram (jatuh tempo cicilan, tanggal gajian) — cuma kalau kamu
aktifin sendiri fitur link Telegram-nya.
- Verifikasi manual pembayaran langganan Pro (admin cek bukti transfer yang kamu upload).
- Bukti hukum bahwa kamu udah setuju kebijakan ini, kalau suatu saat dibutuhin.
Data finansial kamu gak pernah dijual, disewain, atau dibagi ke pihak ketiga
buat kepentingan iklan/marketing.
4. Di mana data kamu disimpen
Data disimpen di server (DigitalOcean, Singapura) dalam file per-akun, di-backup otomatis
tiap hari (disimpen 14 hari, lalu dihapus otomatis). Karena servernya di Singapura, ada transfer
data lintas negara dari Indonesia — ini dilakuin semata-mata buat keperluan hosting platform,
bukan dibagi ke pihak ketiga lain di luar itu.
5. Keamanan
- Login pakai Google OAuth — kami gak pernah nyimpen password kamu sama sekali.
- Sesi login pakai cookie yang ditandatangani (HMAC),
Secure-only di HTTPS.
- Semua traffic ke platform ini lewat HTTPS (terenkripsi).
- Rate-limit di endpoint login/API buat cegah percobaan brute-force otomatis.
- Backup harian buat jaga-jaga dari kegagalan teknis, disimpen maksimal 14 hari.
6. Hak kamu atas data pribadi
Sesuai UU PDP, kamu berhak buat:
- Akses — minta salinan data pribadi kamu yang kami simpen.
- Koreksi — kalau ada yang salah, kamu bisa edit sendiri langsung di
dashboard, atau minta bantuan lewat kontak di atas.
- Hapus — minta akun & seluruh data kamu dihapus permanen.
- Tarik persetujuan — kapan aja, dengan konsekuensi kamu gak bisa lanjut
pakai platform ini (karena persetujuan ini dasar hukum kami nyimpen data kamu).
- Mengadu — ke kami langsung dulu, atau ke Lembaga Pelindungan Data
Pribadi kalau menurut kamu belum terselesaikan.
Platform ini belum punya tombol hapus-akun/ekspor-data otomatis di UI — buat sekarang,
kirim permintaan akses/koreksi/hapus data ke
[email protected], kami proses manual.
7. Berapa lama data disimpen
Selama akun kamu masih aktif. Kalau kamu minta akun dihapus, data utamanya dihapus dari
server; salinan di backup harian ikut hilang otomatis paling lama 14 hari kemudian (siklus
rotasi backup).
8. Perubahan kebijakan ini
Kalau kebijakan ini berubah signifikan, kami bakal minta kamu setuju ulang lewat mekanisme
yang sama kayak pas pertama kali daftar (bukan diam-diam berlaku otomatis).
Catatan jujur: Dokumen ini disusun berdasarkan praktik data yang beneran
berjalan di platform ini saat ini, sebagai itikad baik pemenuhan UU PDP — bukan pengganti
kajian hukum oleh advokat berlisensi. Kalau platform ini berkembang skalanya (lebih banyak
user, ada badan usaha resmi, dll), dokumen ini perlu direview ulang sama profesional hukum.