AturGue← Balik ke platform
Psychology of Moneyberdasarkan Psychology of Money — Morgan Housel

Kenapa Orang Bergaji Besar Tetap Bisa Bangkrut

📖 3 menit baca

Ada anggapan umum: "kalau gajinya udah gede, pasti keuangannya aman". Kenyataannya, banyak kasus orang berpenghasilan tinggi yang tetap kesulitan finansial — karena gaya hidup mereka naik seiring gaji, sering kali lebih cepat dari kenaikan gajinya sendiri (fenomena yang biasa disebut lifestyle inflation).

Ini bukan soal moral ("boros" atau "gak bersyukur") — ini soal sistem. Tanpa batasan yang jelas, pengeluaran cenderung ngembang ngikutin penghasilan, sampai gak ada bedanya lagi antara gaji Rp8 juta atau Rp20 juta dari sisi "berapa yang tersisa".

Contoh Kasus

Rizky, manager di perusahaan multinasional Jakarta, gajinya naik dari Rp8 juta jadi Rp18 juta dalam 3 tahun. Tapi cicilan mobil, apartemen sewa yang lebih mahal, dan gaya hidup baru bikin sisa uangnya tiap bulan malah SAMA kayak pas gaji masih Rp8 juta — bahkan lebih tipis, karena cicilannya lebih besar.

Yang AturGue Bantu

Karena semua perhitungan di AturGue (rasio cicilan, target dana darurat, anggaran hidup) itu RELATIF ke penghasilan kamu saat ini — begitu gaji naik, kamu bisa langsung lihat apakah gaya hidup baru kamu masih di jalur aman, atau udah mulai ngembang lebih cepat dari yang seharusnya.

Mau coba diterapin, bukan cuma dibaca?
AturGue bantu jalanin prinsip di atas otomatis lewat dashboard & Telegram — gratis buat mulai.
Coba AturGue →
Bacaan lain
The Richest Man in Babylon
Bayar Diri Sendiri Dulu, Baru Bayar yang Lain
The Richest Man in Babylon
Cicilan HP 12 Bulan Kedengeran Ringan, Tapi Ini yang Sering Kelewatan
The Richest Man in Babylon
Uang Diem di Rekening Itu Bukan "Aman", Itu Nganggur
← Semua bacaan